Postingan

Hanya Debu & Hujan

Salah kah aku? Jika mengharap hujan itu jatuh tepat di atas pundak ku Temani semua luka yang teramat berliku Tak henti sembunyikan tangis ku Karena ku hanya ingin dia tahu Jiwa ini telah letih berdiri Dan malu akan diri sendiri Sangat ku sadari bahwa Aku hanya orang baru di hidup mu Tak sepantas dia, dia dan dia Yang terlampau jauh memahami mu Yang mungkin lebih menyayangi mu Aku hanyalah debu Yang hinggap sesaat Mencoba tuk mengagumi mu Namun tak sanggup memiliki mu Lalu hilang terhempas Bersama rintih sang hujan Desember 2018

Kau Tak Berhak Menilaiku

Kau Tak Berhak Menilaiku Tak salah memang Tajamnya lidah melebihi pedang Mengubah segala arti Kenyataan terkubur mati Mengandai hanya setengah jalan Dirusak begitu saja oleh lisan Nestapa di relung hati berbalaskan riang gembira dihancurkan Tak mengenalku bukan berarti Kau berhak menilai ku pasti Sadar memang dosa tak terlewati Terus hinggap menempati Terdiam mungkin lebih baik Menahan semua rasa yang pelik Air mata ku seka saat berbalik Tengadah ku pada Sang Khaliq Mei 2018

Mencintaimu

Mencintaimu Aku tak paham, mengapa ozon berbahaya Padahal seisi bumi ia lindungi Mungkin itulah bentuk cinta? Yang sesungguhnya? Tak harus ku dekat Tak harus hadir dalam nyata Rasa ingin memiliki Cukup ku jauh, jadi bayang Tersenyum dalam setiap doa Yang terucap lirih, Tak jemu temukan sedih Luka hati teramat perih Mei 2018

Ingin Ku Bisikkan Cinta

Ingin Ku Bisikkan Cinta Sore ini langit begitu jingga Kau melihat ku dengan rasa bangga Iris mata mu mengecil, Fokus terhadap rongga Menusuk hati wahai sang pujangga Roman mu begitu merayu Lambaian tangan mu kian mendayu Sukma ini tersipu malu Aku cinta padamu April 2018

Surat Cinta

Surat Cinta Ku ambil secarik kertas dan pena tersemat tinta Bercerita tentang sukma dan khawatirku padanya Aneh kurasa dalam dada Imaji ku tentang perasaan Suatu yang ingin ku ungkapkan Namun apalah daya, seorang pecundang Tak mampu berbalas pandang Bahkan berucap lantang Engkau yang ku sayang April 2018

Berkah Dalam Umurmu

Berkah Dalam Umurmu Hai.. Sudah lama kau mengunjak bumi Dari awal gejolak mu di rahim, yang kau sebut "ummi" Hingga kini tanpa kau sadari Ilmu dunia kau kuasai sendiri Hai.. Hadirmu semakin bersahaja Terhitung umur membelai mu manja Menipu hingga lalai mu dibuat sengaja Senang mu tersapu muram durja Wahai engkau, semoga umur tak berselimut licik Dalam bertemu suatu masa yang pelik Muslihat di atas senang sedih yang terbalik Mei 2018

Karena Ku Cinta

Karena Ku Cinta Jika menginginkan mu Sepilu ini Mengapa merindu mu Bisukan hati ini Mei 2018