Gelisah Sebuah Penantian

Gelisah Sebuah Penantian

Setitik air menyentuh pundak yang kini sepi
Yaa.. Hujan itu menyuruhku tuk menepi
Riuh gemerciknya seolah menutupi
Hati kecil yang menunggunya tanpa pasti

Tahukah senja bahwa sepi ku ingin berakhir
Hembusan angin mengetuk raga dalam takdir
Kutanya dia mengapa kau selalu hadir
Namun sunyi yang ku dengar sampai akhir

Detik waktu mengantarkanku pada titik ku berpikir
Seperti apa warna indah yang telah kau ukir
Bak deburan ombak yang menghantam pesisir?
Atau, sang warna dari hujan yang menghampir?

Telah letih kini ku terus menanti
Bayangan sunyi nan harum melati
Terkubur tersingkap di dalam peti
Tergenang tenggelam dengan pasti

Tak ingin ku lama terdiam tuk menanti
Mengurai rindu yang bersemayam di hati
Sesak jiwa ini bila kau cermati
Bisikkan kata yang ingin ku tepati


Maret 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Tak Berhak Menilaiku

Berkah Dalam Umurmu

Jangan Kau Tanya Aku