Guru

Guru

Guru
Seberkas pelita
Tersingkap dalam lentera
Sumber cahaya pelipur lara
Tersipu malu penuh harap

Guru
Sang surya
Kedatangannya yang ditunggu dari ufuk timur
Namun serapah terus dipikul
Kala makhluk merasa terbakar
Dikutuk, dicaci, dihujat,
terhina
Tak peduli,
terus mengitar hingga ufuk barat
Merah, jingga, begitu indah
Namun menahan biru
Yaa..
Hakikatnya memang biru

Guru
Sebongkah kayu bakar
Dari pohon tua
Akarnya hingga menusuk jantung bumi
Ditebang, mati, hampir ditinggal
Dipungut, ditebas kembali
Rela menjadi cahaya
Terbakar, bersinar, menghangatkan
Lalu arang dan abu disapu,
dibuang..


Maret 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Tak Berhak Menilaiku

Berkah Dalam Umurmu

Jangan Kau Tanya Aku