Kau Tak Berhak Menilaiku Tak salah memang Tajamnya lidah melebihi pedang Mengubah segala arti Kenyataan terkubur mati Mengandai hanya setengah jalan Dirusak begitu saja oleh lisan Nestapa di relung hati berbalaskan riang gembira dihancurkan Tak mengenalku bukan berarti Kau berhak menilai ku pasti Sadar memang dosa tak terlewati Terus hinggap menempati Terdiam mungkin lebih baik Menahan semua rasa yang pelik Air mata ku seka saat berbalik Tengadah ku pada Sang Khaliq Mei 2018
Berkah Dalam Umurmu Hai.. Sudah lama kau mengunjak bumi Dari awal gejolak mu di rahim, yang kau sebut "ummi" Hingga kini tanpa kau sadari Ilmu dunia kau kuasai sendiri Hai.. Hadirmu semakin bersahaja Terhitung umur membelai mu manja Menipu hingga lalai mu dibuat sengaja Senang mu tersapu muram durja Wahai engkau, semoga umur tak berselimut licik Dalam bertemu suatu masa yang pelik Muslihat di atas senang sedih yang terbalik Mei 2018
Jangan Kau Tanya Aku Ku tahu, menanti tak hanya masalah hati yang terpaut Tak juga sekedar kada yang terucap sang mulut Namun, bisa kah ku tahan itu sejenak? Sebab bunga tak akan mekar jika waktu tak menemani madu tak akan muncul bila sari bunga tak diangkut Lalu, akankah ku menggapai setitik cahaya Yang terbesit indah di dalam maya Yang tersembunyi malu dan tak berdaya Tak terungkap jelas dan berseraya Februari 2018
Komentar
Posting Komentar